Malam harinya My Diari, Aku sudah merencanakan akan ke makam istri tercintaku,,,,membawa perbekalan doa-doa untuk istriku nantinya ketika aku sampai di tempat pemakaman itu dan sudah kusiapkan segalanya,,,,
Memang aku akui semenjak pemakaman pertama istriku hingga sekarang aku belum kesana,,, bukan karena kesengajaan atau tidak sempat. Aku berfikir dengan aku berdiri dan bersujud di 1/3 malam hari setiap malamnya aku selalu berdoa untuk kekasihku yang sudah bahagia disana,,, sudah cukuplah bahwa aku masih sayang dan mencintai istriku..... Tapi keluarga istriku tidaklah demikian,,,mereka menginginkan aku untuk tetap bisa mengunjungi makam anaknnya,,, Yah,, sudahlah my diari,, aku berusaha untuk tidak menyakiti keluarga istriku dengan tetap aku mengunjungi makam istriku,,,lagian aku juga belum mengetahui bagaimana makam istriku setelah aku tinggalkan apakah sudah sesuai dengan syariat agama islam, karena semua itu adalah tanggung jawab aku sebagai ahli warisnya.
My diari,,, sebelum besok pagi berangkat ke makam istriku,, terus terang aku bingung,,karena keuanganku pada malam itu pas banget untuk makan dan belanja beberapa perlengkapan untuk anakku Rio,, sementara motorku juga tidak sehat,,,, tadinya aku berharap jika saja gajiku paginya sudah keluar itu tidak masalah bagiku untuk kesana namun setelah ku cek dengan ATM-ku ..Ya..Allah belum keluar juga,,, aku benar-benar bingung,,, dan akhirnya kuputuskan sajalah,,, untuk mengurungkan niat kesana... tapi my diary,,, ga usah kwatir atau kau menyalahkan aku sebagai suami yang tidak menyayangi istrinya,,,,,, setelah gajiku keluar Insya Allah aku segera kesana merawat makam istriku sesuai dengan syariat islam. Thanks ya My diary yang sudah mau mendengarkan curahanku.
(Walan suamimu yang selalui mencintai kamu selamanya,,, hingga akhirat nanti,,,engkau akan kembali menjadi Istriku dan bidadariku.. Semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali,,,Amin)



0 komentar:
Posting Komentar